Perbedaan Subdomain, Add On Domain, dan Parked Domain

Author: | Posted in Blog, Miscelaneous 2 Comments

subdomain

Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai Nama Domain. Kali ini masih seputar nama domain, akan diulas tentang apa itu Subdomain, Add On Domain, dan Parked Domain. Agar pemahamannya lebih mudah, mari kita bahas dengan menggunakan sebuah studi kasus:

“Dino, ingin membuat sebuah website untuk memasarkan usaha barunya yakni layanan web hosting. Ia memilih menggunakan nama domain utama (main domain) DomainDino.com.”
Subdomain

Website Dino dengan nama domaindino.com adalah alamat utamanya. Domaindino.com menjadi pusat ke semua akses bagian website lainnya. Lalu, Dino berencana membuat sebuah halaman baru di dalam websitenya khusus artikel seputar domain dan hosting, maka Dino membuat blog.domaindino.com. Kata “blog” yang terletak di depan nama domain utama disebut subdomain. Subdomain ada di depan nama domain dengan dipisah tanda titik (.). Sub domain adalah alamat tambahan namun masih mencantumkan nama domain utamanya. Ibarat ruangan-ruangan di dalam rumah, subdomain digunakan sebagai pembagian area di dalam website. Dino juga membuat subdomain lainnya seperti info.domaindino.com (untuk informasi seputar layanan hosting) serta subdomain promosi.domaindino.com (untuk halaman khusus promosi yang sedang berlangsung di domaindino.com). Dengan kata lain, subdomain adalah alamat tambahan namun masih mencantumkan nama domain utamanya.

Cara membuat subdomain:

  1. Cari nama domain dan TLD (.com, .id, .net, dll) pilihan anda di qwords.com/domain-name/.
  2. Cek ketersediaan domain anda. Lakukan registrasi.
  3. Jika belum memiliki hosting, anda dapat memesannya pada portal yang sama.
  4. Jika sudah memiliki hosting, ubah NameServer ke hosting anda.
  5. Setelah domain anda aktif, masuk ke menu Domains pada halaman utama cPanel anda.
  6. Klik menu Subdomains.
  7. Masukkan alamat subdomain yang anda inginkan serta pilih domain utama yang ingin digunakan.
  8. Masukkan path direktori tempat anda ingin menyimpan file subdomain di kolom Document Root.
  9. Selesai, subdomain anda berhasil dibuat.

Untuk tutorial lengkap membuat subdomain dapat anda lihat di TUTORIAL SUBDOMAIN

AddOn domain

Add On domain digunakan untuk membuat situs baru yang nama dan tampilannya berbeda dengan domain utama namun diarahkannya tetap ke sub-direktori domain utama. Dino ingin membuat space baru bernama domaindino.id di hosting miliknya, isinya berbeda dengan tampilan domaindino.com, namun mengarah ke sebuah folder yang ada di dalam domain.com. Pengunjung website tidak akan merasakan bahwa mereka telah berpindah domain, padahal mereka telah mengakses Add On domain.

Add On domain dapat digunakan hanya jika hosting yang anda miliki mendukung fasilitas Add On domain. Fasilitas ini akan menguntungkan Dino karena ia tak perlu membeli hosting baru untuk membuat domain lain, karena dalam satu hosting ada lebih dari 1 domain. Resource yang digunakan akan sama dengan domain utama seperti space, cpanel, dan bandwidth.

Sama halnya dengan subdomain, Add On domain tidak terpisah dari nama domain utama. Subdomain, Add On domain, dan domain utama akan berbagi (share) dalam segala hal (diskspace, bandwidth, dll).

Tutorial menambahkan fitur Add On domain dapat anda lihat di TUTORIAL ADD ON DOMAIN

Parked Domain

Parked Domain merupakan fasilitas multiple domain yang di sediakan pada cPanel. Park domain memungkinkan anda untuk “parkir” nama domain baru ke nama domain utama dari hosting. Sehingga setiap kali pengunjung membuka nama domain tersebut, otomatis akan menampilkan isi dari website domain utama dari hosting.

Setelah memiliki domain domaindino.com, ternyata Dino ingin “mengamankan” brand miliknya menggunakan ekstensi domain lainnya. Maka Dino membuat domain alias yakni domaindino.id. Domain alias ini akan berisi tampilan yang sama dengan yang ada di domain.com. Kedua link ini akan mengarahkan pengunjung ke satu lokasi file yang sama. Jadi, ketika pengunjung website membuka link www.domaindino.com dan www.domaindino.id, maka orang tersebut akan masuk ke tampilan website yang sama. Ingat ya, fasilitas parked domain ini juga tergantung dari paket hosting yang anda ambil.

Simak tutorial (manual) Parked Domain selengkapnya di TUTORIAL PARKED DOMAIN

Nah, sudah paham kan perbedaan dari domain utama (main domain), subdomain, Add On domain, dan Parked Domain? Jika artikel ini bermanfaat untuk anda, jangan lupa untuk share ya!

pasca_upload_artikel

Baca juga: 9 Aktivitas Wajib Pasca Upload Artikel

Ingin tahu tutorial seputar domain, pengelolaan website, dan hosting?
Cari saja manualnya di

Knowledge Base Qwords!

Info apapun yang anda butuhkan, LENGKAP!
Comments
  1. Posted by Shidiq
  2. Posted by Admin

Add Your Comment