5 Sifat RA Kartini yang Wajib Diteladani Perempuan Indonesia

Author: | Posted in Blog, Miscelaneous No comments

sifat_kartini

 

Tahun-tahun berlalu, namun peringatan Hari Kartini tetap menggema setiap tanggal 21 April. Mungkin saat ini kita tak lagi merasakan keseruan memakai baju-baju adat di sekolah, atau upacara dengan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini. Tapi yang pasti, semangat juang kartini dalam memberdayakan perempuan tidak akan berhenti sampai kapanpun. Sebagai Kartini-Katini muda penerus perjuangannya, kita perlu meniru sifat teladannya. Apa saja sih sifat teladan Kartini yang bisa kita lakukan di masa sekarang? Simak yuk..

Sederhana

Ayah dari RA Kartini adalah Raden Mas Adipati Sosroningrat, yang kala itu menjabat sebagai bupati Jepara. Meskipun dari kalangan bangsawan, RA Kartini tak lantas berpangku tangan dan diam di rumah. Ia dikenal merakyat, bergaul & berteman dengan siapapun. Bahkan ia menolak perilaku para bangsawan lain yang menggunakan status dan derajat mereka untuk menindas kaum di bawahnya. Di saat ia menikah, dengan bangsawan pula, RA Kartini tidak menggunakan baju mewah pernikahan dan tidak menggelar pesta loh! Wow, di jaman sekarang pasti sulit ditemui ya! Sifat sederhana RA Kartini ini patut kita contoh #sahabatQwords. Jika kita diberikan kesejahteraan dan harta yang berlebih, tak lantas membuat kita berfoya-foya dalam kemewahan. Jangan ubah keinginan menjadi kebutuhan ya.. Down to earth & start sharing.

 

Berani & Optimis

Di masanya dulu, RA Kartini sempat ditentang oleh masyarakat di sekitarnya. Mereka menentang pandangan Kartini yang menganggap perempuan harus keluar rumah, belajar, dan mengejar cita-cita. Budaya pingit menurutnya akan menutup kesempatan perempuan dalam melihat dunia. Namun, ia berani membuka sebuah tempat belajar khusus untuk mendidik pada perempuan dan anak-anak. Ia juga optimis, perbuatan kecilnya ini akan berdampak besar di masa depan. Tidak hari ini, mungkin esok atau lusa. Terbukti, sampai saat ini RA Kartini masih menggema gaungnya di mata masyarakat khususnya perempuan. Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini, murid-murid sekolah memakai baju adat daerah, hingga lagu yang tercipta berjudul Ibu Kita Kartini.

“Kejarlah kesuksesan hingga kamu tak perlu lagi memperkenalkan namamu karena mereka telah mengenalmu.”

Bayangkan, jika kelak semua orang mengenalmu dan karya-karya besarmu. Wow, hebat!

 

Independen/Mandiri

Mau dianggap modern? Caranya satu, mandiri! Eh, bukan berarti kita tidak butuh orang lain loh. Sebagai makhluk sosial, kita memang tidak bisa lepas dari bantuan orang lain. Tapi, tak ada salahnya kalau kita melakukannya sendiri selama kita mampu. Intinya, jangan manja deeh. Seperti teladan dari RA Kartini, meskipun kala itu dipingit, ia bisa mencari cara sendiri agar dirinya bisa berpengaruh bagi sekitarnya. Meskipun ia tidak disekolahkan tinggi-tinggi, ia belajar dengan cara menulis surat dengan para sahabat penanya dan belajar melalui pengalam mereka. Hasilnya, ia bisa membangun sekolah Perempuan Pertama di Jawa. Suuper sekali!

 

Cerdas dan Berwawasan Luas

Semua tahu kan, kalau RA Kartini memiliki jiwa seorang pendidik. Ia belajar dari semua hal lalu mengajarkannya kepada anak-anak didiknya. Tak heran sekolah khusus perempuan pun ia dirikan. Mulai dari baca/tulis, melukis, memasak, menjahit, dan sebagainya. Hal ini ia lakukan karena pengalaman masa lalunya bahwa seorang perempuan yang belum menikah harus dipingit di rumah. Ia bersedih ketika seorang perempuan tidak memiliki hak yang sama seperti laki-laki dalam hal pendidikan, berpendapat, dan bekerja. Wawasan luas RA Kartini didapatkannya dari kegiatan surat menyurat bersama teman-temannya dari luar negeri. Pikirannya terbuka semenjak saat itu. Kini, ia tularkan kepada anak-anak Indonesia hingga generasi berikutnya.

Untuk generasi sekarang, mencontoh sifat teladan ini tidak perlu bangun sekolah kok J. Selalu haus akan pendidikan dan punya cita-cita tinggi saja sudah bisa disebut Kartini baru. Tapi syaratnya, cita-citanya harus dikejar dan diwujudkan yaa. Good luck!

 

Inspiratif

Nah, yang terakhir.. Selalu menginspirasi orang lain! Yang dilakukan RA Kartini saat itu hanyalah sebuah keikhlasan dan kesungguhan. Masyarakat kala itu tak ada yang mengira bahwa teladan RA Kartini bisa terbawa hingga saat ini. Menginspirasi berarti menularkan pandangan baru kepada orang lain, mampu membuat orang lain melakukan sesuatu. Mengisnpirasi orang lain itu mudah kok. Pastikan mereka melihat bahwa hal positif yang kita lakukan berdampak baik di lingkungan sekitar. Dengan begitu, mereka akan termotivasi untuk bertindak. Simple kan? Tapi jangan gunakan ilmu ini untuk menyuruh teman di sampingmu untuk membelikanmu makan yaa hihihi.

 

Selamat Memperingati Hari Kartini, untuk Kartini-Kartini Indonesia!
Teruslah menginspirasi.

 

RAIH PROMO MENARIK SPESIAL HARI KARTINI

kartini_day

Add Your Comment