Kekuatan “Story Telling” di Media Sosial untuk Promosi

Author: | Posted in Blog, Digital Marketing No comments

storytelling

Mengkomunikasikan tentang brand, produk, atau layanan akan lebih mudah melalui media sosial. Namun, masih ada beberapa orang merasa kesulitan dalam mengkomunikasikan brand tersebut melalui media sosial yang mereka miliki.  

Anda bisa menceritakan brand anda melalui Facebook, Instagram, dan Twitter. Kami akan membagi tips Cara melakukan Story Telling terhadap Brand yang anda punya melalui beberapa sosial media yang paling sering digunakan.

 

  1. Live Video

Share momen dengan penggemar atau konsumen melalui Live Video. Dengan video yang disiarkan secara langsung, anda bisa berbagi momen penting seperti sale, giveaway, hingga launching produk. Dikutip dari social media today, komentar pada sebuah live video akan 10 kali lebih banyak dibanding komentar bentuk media lainnya (gambar/ non-live video).

 

  1. Multi-photo Features

Berikan pembaca dan konsumen sebuah tampilan Visual (foto atau gambar).  Dengan fitur slider atau carousel pada Instagram, Twitter, dan facebook, Anda bisa menambahkan hingga 10 foto pada sekali posting. Anda dapat membangun sebuah “cerita” dari gambar-gambar tersebut.

 

  1. Quick Videos

Buatlah video tentang produk atau brand yang ingin anda tawarkan kepada khalayak. Kemas video tersebut dengan tema yang fun dan informatif untuk menarik minat pelanggan.

Fakta unik:

Video lebih banyak meraih atensi khalayak dibandingkan dengan teks dan gambar, yakni sebesar 1200%. Di sisi lain, dengan pengguna aktif berjumlah 250 juta orang per hari, Instagram Story cocok untuk digunakan sebagai alat story telling produk dengan cara yang fun, unik, dan interaktif.

 

  1. Hashtag (#)

Tambahkan hashtag dalam postingan untuk menimbulkan engagement. Hashtag dapat membantu anda menyusun kategori produk. Dari sisi konsumen, hashtag akan mempermudah mereka untuk menemukan produk yang mereka cari. Maksimalkan penggunaan hashtag yang tersedia di media sosial.

 

Fakta unik:

Instagram menyediakan maksimal 30 hashtag per posting.

Posting dengan menggunakan satu hasthag di instgram menerima 12.6% interaksi.

11 Hashtag dianggap seagai jumlah optimal yag dapat digunakan untuk setiap postingan.

Hashtag pada twitter dapat meningkatkan interaksi 1.5 kali untuk produk Anda.


Warning: Use of undefined constant rand - assumed 'rand' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/blogqw48/public_html/wp-content/themes/nominal/single.php on line 93

Add Your Comment