Sebagai pengusaha online, traffic (lalu lintas) online shop adalah hal krusial yang wajib kita amati. Traffic ini menentukan berhasil atau tidaknya sebuah usaha online. Dilihat dari perilaku pengunjung website, traffic dibagi menjadi cold traffic, warm traffic dan hot traffic. Dengan memahami perilaku pengunjung ini dapat membantu Anda untuk menentukan pendekatan dan konten yang tepat terhadap masing masing traffic tersebut.

  1. Cold Traffic

Pengunjung yang disebut sebagai Cold traffic adalah mereka yang belum menyadari kebutuhan atau permasalahan mereka. Hanya sekedar tahu tentang brand kita. Biasanya saat mereka langsung ditawarkan dengan produk (hard selling), mereka merasa belum peduli bahkan merasa terganggu. Pendekatan yang paling cocok kepada pengunjung seperti ini adalah dengan edukasi. Anda dapat menyadarkan masalah yang mereka hadapi serta kerugian yang didapat jika masalah tersebut tidak segera diatasi. Anda datang membawa solusi kepada mereka. Tujuannya adalah mengubah cold traffic ini menjadi warm traffic dengan cara menjadikan mereka target potensial.

2. Warm Traffic

Pada Warm traffic, pengunjung website sudah menyadari kebutuhan atau permasalah mereka dan ingin menemukan solusi dari permasalahan mereka. Oleh sebab itu mereka sudah mulai “kepo” dengan bisnis kita. Mereka mencari tahu lebih dalam melalui media sosial, follow Instagram, like fanpage, subscribe email, dsb. Perlakukan pelanggan ini dengan baik dan ramah serta cari tahu yang mereka butuhkan. Tunjukkan bahwa Anda memiliki solusi atas permasalahan mereka dengan memberikan informasi kelebihan, manfaat dan keunggulan produk yang Anda punya. Jika berhasil, mereka akan melakukan tindakan selanjutnya yakni pembelian. Jangan khawatir jika mereka tidak saat itu juga melakukan pembelian, terus maintain mereka agar semakin yakin untuk membeli produk atau menggunakan jasa kita.

3. Hot Traffic

Hot traffic merupakan pengunjung yang sudah mempunyai solusi atas permasalahan mereka. Tingkat konversi pada traffic ini sangat tinggi. Jika Anda menawarkan produk ke mereka, kemungkinan besar akan membeli. Kita akan menjumpai pelanggan yang loyal pada jenis traffic ini. Pelanggan yang sudah terbukti puas dengan produk/jasa kita ini selanjutnya bisa kita targetkan untuk melakukan repeat order atau pembelian produk untuk kesekian kalinya.

Dengan memahami tipe traffic website, Anda dapat memilih channel marketing yang tepat berdasarkan traffic website yang diinginkan. Untuk urusan hosting dan domain jangan lupa serahkan pada Qwords.com saja, Happy selling! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *